Pemilihan Armada Angkutan Pick Up di CV. Sehati Transport

  • Risris Nurjaman Universitas Langlang Buana

Abstract

Sehati Transport merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang pengiriman barang (ekspedisi). Pengiriman barang berdasarkan order dari suatu perusahaan menuju perusahaan lain. Armada yang dipakai tentunya berbeda sesuai dengan spesifikasi barang. Kategori barang terdiri dari barang berbahaya dan beracun (B3), barang mudah pecah, barang lainnya yang dikategorikan ringan. Sendangkan ukuran pengiriman terdiri dari partai besar, partai sedang dan partai kecil. Saat ini armada yang memerlukan perhatian yaitu untuk pengiriman barang dengan partai kecil. Armada angkutan untuk partai ini yaitu jenis pickup. Dengan mobilitas yang cukup tinggi dan umur pakai yang sudah lama (di atas 5 tahun), perusahaan berencana akan mengganti dengan armada baru.


Banyaknya pabrikan otomotif memberikan alternatif dengan berbagai keunggulan dan kelemahan. Perusahaan dalam hal ini asisten manajer bagian umum bertanggung jawab untuk menyediakan angkutan barang tersebut. Terdapat tiga produsen yang menyediakan kendaraan jenis pickup ini yaitu “Zâ€, “Hâ€, dan “Bâ€. Dikarenakan terdapat kekurangan dan kelebihan baik teknis maupun non teknis, maka perusahaan menginginkan suatu cara yang lebih baik untuk menentukan kendaraan mana yang akan dipilih.


Metode yang dipakai untuk pendekatan pemilihan alternatif yang dipandang sesuai yaitu analisis hierarki proses (AHP). AHP melibatkan kriteria baik yang dapat diukur maupun yang tidak dapat diukur. Dalam pelaksanaannya, metode AHP dilakukan dengan penilaian perbandingan berpasangan antar kriteria satu dengan kriteria lainnya. Penilaian juga dilakukan pada setiap kriteria terhadap alternatif keputusan. Hasil yang didapatkan berdasarkan bobot global yaitu sebesar 0,458 terdapat pada sarana angkutan barang “Zâ€. Hal ini mengindikasikan bahwa “Z†lebih disukai dibandingkan dengan “H†dan “Bâ€. Hal lain yang menjadi pertimbangan yaitu rasio konsistensi yang menunjukkan konsistensi penilai dalam meberikan penilaian terhadap kriteria dan alternatif. Nilai konsistensi yaitu sebesar -0,0107 atau lebih kecil dari 0,1. kesimpulan akhir bahwa “Z†dapat dijadikan armada yang lebih baik dibandingkan dengan “H†dan “Bâ€.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Minutolo (2003): Use of Analitic Hierarchy Process Modelling in Military Decission Making Process for course of Action Evaluation and Unit Cohesion. ISAHP.
[2] Praktiko, FR.(2004): Penentuan Tingkat Kepastian AHP, Universitas Katolik Parahyangan.
[3] Saaty, TL. (1980): The Analytic Hierarchy Process., McGraw Hill., New York
[4] Saaty, TL. (2004): The Analytic Network Process, MCDM, Whistler Canada.
[5] Yudoko, G. (2004): Diktat Mata Kuliah Pengambilan Keputusan., Institut Teknologi Bandung, Bandung.
Published
2018-02-26
How to Cite
NURJAMAN, Risris. Pemilihan Armada Angkutan Pick Up di CV. Sehati Transport. JURNAL TIARSIE, [S.l.], v. 14, p. 67-76, feb. 2018. ISSN 2623-2391. Available at: <http://tiarsie.ft-unla.org/index.php/tiarsie/article/view/4>. Date accessed: 18 feb. 2019. doi: https://doi.org/10.32816/tiarsie.v14i1.4.
Section
Articles